CASE STUDY

BAC Data Center Cooling Case Study

Halaman ini berisi kumpulan case study resmi dari Baltimore Aircoil Company (BAC) yang menunjukkan bagaimana solusi cooling tower dan hybrid cooler BAC digunakan di berbagai industri dengan hasil yang terbukti efisien, andal, dan hemat energi.

Sustainable Data Center Cooling with HXV Hybrid Cooler
Blue Waters Supercomputer – Series 3000 Cooling Towers

BAC Data Center Cooling Case Studies

HYBRID HEAT REJECTION • HIGH PERFORMANCE COMPUTING • 160 MW OPERATING POWER

Sustainable Data Center Cooling with HXV Hybrid Cooler

Sebuah high-performance computing customer dengan 160 MW operating power membutuhkan cooling solution yang dapat mengurangi penggunaan air, menyeimbangkan konsumsi energi, menangani heat load yang meningkat, dan memenuhi system-water temperature tanpa conventional chiller.

BAC kemudian mengevaluasi fully evaporative, hybrid, dan adiabatic alternatives berdasarkan IT capacity, space requirement, operating power, dan location weather data. Hasil evaluasi tersebut mengarah pada chillerless system menggunakan BAC HXV Hybrid Cooler.

BAC SOLUTIONS

HXV Hybrid Cooler

HXV menggabungkan evaporative dan dry heat rejection serta menyediakan beberapa operating modes untuk menyeimbangkan penggunaan air dan energi berdasarkan actual operating conditions.

Project-Specific Results

71% Reduction in Annual WUE
86% Reduction in Installed Peak Power
52% Reduction in Annual Operating Cost
1.136 Estimated PUE
OPEN CIRCUIT HEAT REJECTION • SUPERCOMPUTING • FREE COOLING

Blue Waters Supercomputer – Series 3000 Cooling Towers

Blue Waters merupakan supercomputing facility di National Center for Supercomputing Applications (NCSA), University of Illinois Urbana-Champaign.

BAC Series 3000 Cooling Towers digunakan sebagai bagian dari cooling infrastructure Blue Waters untuk mendukung water-cooled computing architecture. BAC project report mencatat penggunaan tiga Series 3000 model 31056C cooling towers.

BAC SOLUTIONS

Series 3000

3 unit BAC Series 3000 yang terinstall memungkinkan free cooling sekitar sembilan bulan dalam setahun pada kondisi lokasi proyek. University of Illinois engineering manager saat itu juga memperkirakan cooling-cost savings sebesar USD 20 juta selama lima tahun.

Sedang Menentukan Cooling Architecture untuk Data Center?

Kirimkan cooling architecture, design duty, atau cooling schedule Anda. Tim kami dapat membantu mengevaluasi apakah kebutuhan project lebih sesuai menggunakan Open Circuit, Closed Circuit, atau Hybrid Heat Rejection.

Daftar Case Study

1. Choosing Replacement Fill for Series 3000 Cooling Tower

Studi ini membahas perbandingan performa antara BAC VersaCross® hanging fill dan block fill kompetitor pada unit Series 3000. Hasil pengujian menunjukkan perbedaan performa mencapai 24% lebih tinggi bagi fill BAC, serta stabil dalam jangka panjang. Cocok untuk pembelajaran mengenai pentingnya OEM replacement fill.

2. Blue Waters Supercomputer Cooled by Series 3000

Kisah sukses fasilitas superkomputer Blue Waters dengan beban pendinginan ekstrem. Dengan menggunakan tiga unit Series 3000 cooling tower, NCSA berhasil menghemat energi, memperoleh free cooling hampir sepanjang tahun, serta menghemat biaya hingga USD 20 juta dalam 5 tahun.

3. Sustainable Data Center Cooling Using HXV Hybrid Cooler

Case study data center 160MW yang mengganti sistem water-cooled chiller + cooling tower menjadi HXV Hybrid Cooler chillerless system. Hasilnya luar biasa: penghematan air 71%, pengurangan peak power 86%, dan penurunan OPEX 52%. Sangat relevan untuk proyek data center modern.

4. Series 3000 Makes The Grade – ENDURADRIVE™ Fan System

Universitas Virginia (UVA) mengganti gearbox mereka dengan ENDURADRIVE™ Direct-Drive Fan System. Maintenance turun lebih dari 90%, efisiensi energi naik 10%, dan downtime hampir hilang. Case study ini menunjukkan dampak besar upgrade komponen pada cooling tower.

Scroll to Top