BAC COOLING TOWER APPLICATION

Data Center Heat Rejection

Pahami bagaimana panas berpindah dari server dan GPU melalui cooling infrastructure hingga akhirnya dibuang ke outdoor environment.

data center cooling optimization

Apa Itu Data Center Heat Rejection?

Data center heat rejection adalah tahap ketika thermal energy yang telah dikumpulkan dari IT load (server, storage, network) dan facility cooling system akhirnya dipindahkan ke outdoor environment. Cooling tower berperan sebagai sistem heat rejection yang memastikan temperatur operasi tetap stabil.

Karena data center beroperasi 24/7 tanpa toleransi downtime, sistem heat rejection harus memiliki keandalan tinggi, stabil di beban fluktuatif, serta mendukung desain redundancy (N+1/2N). Pemilihan cooling tower yang tepat berdampak langsung pada efisiensi energi, PUE, dan continuity layanan.

Sumber Heat Load pada Data Center

Heat-rejection duty tidak hanya dipengaruhi oleh nominal IT capacity. Total thermal load bergantung pada system boundary dan cooling architecture.

Electrical Infrastructure

UPS & PDU losses
Transformers
Power-distribution losses
Applicable battery/charging losses

Cooling Infrastructure

Chiller input
Pumps
Fans
CDU / liquid-cooling auxiliaries

IT Equipment

Server, CPU & GPU
Storage
Network equipment

Facility Loads

Lighting & occupancy
Ventilation / infiltration
Building-envelope heat gain

Mengapa Data Center Heat Rejection Sangat Penting?

Heat rejection merupakan tahap terakhir dalam thermal path data center. Jika panas tidak dapat dibuang ke outdoor environment sesuai design requirement, temperatur pada condenser-water atau facility-water loop dapat meningkat dan mengurangi kemampuan cooling system untuk memindahkan panas dari IT load.

Dampaknya dapat mencakup:

Rising water temperature
Reduced cooling capacity
Higher cooling energy
Loss of redundancy margin
Higher equipment stress
Risk of cascading thermal failure
Downtime exposure
Reduced resilience at peak conditions
Series 3000 Cooling Tower 3000_Bank

Mengapa Teknologi BAC Relevan untuk Data Center Heat Rejection?

Data center membutuhkan heat rejection yang sesuai dengan cooling architecture, availability, water strategy, dan future capacity. BAC menyediakan beberapa teknologi heat rejection untuk menyesuaikan kebutuhan tersebut.

Sesuai dengan Berbagai Cooling Architecture

Open, closed hingga hybrid heat rejection
BAC menyediakan beberapa pendekatan heat rejection untuk condenser-water, closed facility-water dan hybrid cooling architecture.

Design relevance → Technology mengikuti system architecture

Mendukung Mission-Critical Capacity Planning

Cooling capacity dapat dibagi dan dikembangkan
Multiple-unit atau multi-cell configurations dapat digunakan untuk capacity staging, maintenance dan redundancy planning.

Design relevance → Availability & failure scenarios

Fleksibel terhadap Water & Energy Strategy

Tidak semua project membutuhkan operating strategy yang sama
Evaporative, closed-circuit dan hybrid technologies memberikan trade-off berbeda antara thermal performance, water use dan energy requirement.

Design relevance → PUE, WUE & operating strategy

Scalable untuk Perubahan Thermal Load

Dari conventional cooling hingga AI infrastructure
Heat-rejection solution dapat dievaluasi terhadap changing load, higher-density computing dan evolving facility-water architecture.

Design relevance → Expansion & future cooling capacity

Bagaimana BAC Diaplikasikan dalam Data Center Heat Rejection

BAC digunakan pada tahap akhir sistem pendinginan data center, yaitu untuk membuang panas dari water loop ke udara luar. Panas dari server atau GPU terlebih dahulu dipindahkan melalui sistem cooling seperti CRAH, chiller, CDU, atau heat exchanger. Setelah panas masuk ke condenser-water atau facility-water loop, equipment BAC membuang panas tersebut ke atmosfer.

Alur sederhananya:

Server / GPU → Sistem Cooling → Water Loop → BAC Heat Rejection → Udara Luar

Data center heat rejection illustration

Sistem Cooling Tower BAC untuk Data Center Heat Rejection

Untuk data center di Indonesia, cooling tower BAC menawarkan solusi yang andal dan efisien untuk berbagai skenario heat rejection—mulai dari chiller plant standar hingga high-density liquid cooling.

Series 3000 Cooling Tower 3000_Bank

Series 3000 Open Circuit

Open cooling tower untuk kapasitas besar dan operasi 24/7, cocok untuk data center enterprise dan hyperscale.

FXV Closed Circuit Cooling Tower aplikasi

FXV / FXV3 Closed Circuit

Ideal untuk system yang membutuhkan loop lebih bersih dan stabil, termasuk integrasi dengan CDU dan liquid cooling.

hxv3 scaled

HXV / HXV3 Hybrid Cooler

Untuk data center yang mengejar efisiensi air, kontrol plume, dan fleksibilitas dry mode pada kondisi tertentu.

Hal yang Sering Ditanyakan

Tentukan Heat-Rejection Architecture yang Tepat untuk Data Center Anda

Kirimkan cooling schematic, P&ID, chiller/CDU datasheet, atau design data yang tersedia. Tim PT ZI-TECHASIA dapat membantu mengevaluasi heat-rejection architecture, teknologi yang sesuai, dan BAC equipment selection untuk kebutuhan proyek Anda.

Faktor Penting dalam Desain Data Center Heat Rejection

  • IT load (kW/MW) dan proyeksi ekspansi
  • Wet bulb temperature lokasi (tropis) yang memengaruhi kapasitas cooling tower
  • Target PUE dan efisiensi energi
  • Redundancy level (N+1, 2N) untuk cooling tower, pump, dan power
  • Water treatment untuk mengendalikan scaling, corrosion, dan biological growth
  • Noise & footprint untuk instalasi rooftop atau area terbatas
  • Maintenance strategy agar tidak mengganggu operasi
Scroll to Top