BAC COOLING TOWER APPLICATION

Heat Rejection untuk Immersion-Cooled Data Center

Closed-loop dan hybrid heat-rejection solutions untuk membantu membuang thermal load dari immersion-cooled AI, GPU dan HPC infrastructure.

Closed-Loop Facility Water Integration
High-Density AI Heat Rejection
Hybrid & Evaporative Cooling Options
Immersion Cooling Tank Tank_950x836

Apa Itu Immersion Cooling Support?

Adalah aplikasi cooling tower yang berfungsi sebagai sistem heat rejection untuk teknologi immersion cooling pada data center dengan densitas tinggi. Teknologi immersion cooling digunakan untuk mendinginkan server dan IT equipment dengan cara merendamnya langsung ke dalam dielectric fluid.

Pada sistem immersion cooling, panas dari IT load tidak dibuang langsung ke udara, melainkan dipindahkan ke Coolant Distribution Unit (CDU) atau heat exchanger. Cooling tower berperan penting untuk membuang panas tersebut ke atmosfer secara efisien dan stabil, terutama pada aplikasi HPC & AI data center.

Immersion cooling support umumnya digunakan pada:

AI & Machine Learning data center
High Performance Computing (HPC)
Hyperscale data center
Edge data center minim ruang
Research & simulation facility

Mengapa Immersion Cooling Butuh Heat Rejection yang Andal?

Immersion cooling memungkinkan densitas daya yang jauh lebih tinggi dibandingkan air-cooled data center. Tanpa sistem heat rejection yang tepat, panas dari IT load akan menumpuk dan mengganggu stabilitas sistem secara keseluruhan.

Heat load sangat tinggi per rack
Operasi kontinu 24/7 tanpa toleransi downtime
Stabilitas temperatur sangat mempengaruhi performa IT
Kegagalan pendinginan berdampak langsung pada layanan digital
Efisiensi energi menjadi faktor utama desain
Immersion Cooling Tank TankGoingIn 950x836

Faktor Penting dalam Desain Immersion Cooling Support

IT Heat Load & Rack Density

Tentukan total beban panas dan densitas rack untuk memastikan kapasitas heat rejection memadai.

CDU Capacity & Redundancy

Sesuaikan kapasitas CDU dengan beban aktual, redundancy, dan skenario maintenance atau kegagalan terencana.

Secondary Loop Temperature

Temperatur secondary loop menentukan approach heat exchanger dan pilihan teknologi outdoor heat rejection.

PUE, Water & Energy Efficiency

Evaluasi PUE bersama konsumsi air dan energi agar optimasi tidak hanya mengejar satu metrik.

Reliability & Redundancy

Verifikasi kapasitas tersisa saat unit gagal agar target N+1 atau 2N benar-benar terpenuhi.

Climate & Wet-Bulb Condition

Gunakan kondisi wet-bulb lokasi untuk menentukan kemampuan evaporative cooling pada kondisi desain terburuk.

Mengapa Teknologi BAC Relevan untuk Immersion Cooling Support?

BAC relevan bukan hanya sebagai cooling equipment, tetapi sebagai bagian dari thermal path dari immersion system hingga atmosphere.

BAC Series HXV3 Hybrid Cooler Application

Immersion cooling umumnya melibatkan beberapa fluid circuits yang perlu tetap terpisah. Pada facility side, closed-circuit cooling memungkinkan process fluid tetap berada dalam controlled loop tanpa kontak langsung dengan ambient air.

Relevant technology:
Closed Circuit Cooling Tower • Hybrid Cooler • Dry / Adiabatic Cooler

BAC menyediakan closed circuit, hybrid, dry/adiabatic, dan evaporative options sesuai kebutuhan project.

Immersion cooling dapat memungkinkan facility-water temperature lebih tinggi, sehingga membuka lebih banyak opsi heat rejection.

Immersion cooling semakin relevan ketika rack dan processor density meningkat pada AI, GPU dan HPC infrastructure.

Technology dapat dipilih berdasarkan target WUE, energy, footprint, dan operating condition.

Heat-rejection system dapat dirancang untuk multi-unit deployment, maintenance, dan future capacity expansion.

Immersion Tank → Heat Exchanger / CDU → Facility Water → BAC Heat Rejection → Atmosphere

Bagaimana BAC Diaplikasikan dalam Immersion Cooling

Dalam aplikasi immersion cooling untuk data center, panas dari server diserap oleh dielectric fluid di dalam immersion tank. Panas tersebut kemudian dipindahkan melalui heat exchanger atau facility-water loop menuju outdoor heat-rejection system. BAC Cooling Tower membuang panas tersebut ke atmosphere, sementara cool water dikembalikan menuju heat exchanger untuk melanjutkan siklus cooling.

Alur sederhananya:

Data Center / Immersion Tank → Heat Exchanger / Facility-Water Loop → BAC Cooling Tower → Atmosphere

Immersion cooling support illustration

Sistem Cooling Tower BAC untuk Immersion Cooling

Berikut adalah solusi cooling tower BAC yang umum digunakan untuk aplikasi immersion cooling di lingkungan data center Indonesia.

FXV Closed Circuit Cooling Tower aplikasi

FXV / FXV3 Closed Circuit

Closed-loop heat rejection untuk facility-water loop pada immersion cooling.Menjaga process fluid tetap terisolasi sambil membuang panas dari heat exchanger atau CDU menuju outdoor environment.

hxv3 scaled

HXV / HXV3 Hybrid Cooler

Hybrid heat rejection untuk menyeimbangkan water & energy
Menggabungkan dry dan evaporative cooling pada facility-water loop untuk menyesuaikan heat rejection dengan load dan ambient condition.

Mengapa Harus Memilih BAC Cooling Tower untuk Immersion Cooling Support?

Mendukung densitas IT yang sangat tinggi
Efisiensi energi lebih baik dibanding air-cooled system
Skalabilitas untuk pertumbuhan data center
Operasi stabil untuk beban AI & HPC
Pengurangan jejak karbon dan konsumsi energi
Siap untuk teknologi data center masa depan

Hal yang Sering Ditanyakan

Siap Evaluasi Heat Rejection untuk Immersion Cooling?

Jangan menentukan cooling tower atau hybrid cooler hanya dari total IT MW. Kirimkan facility-water temperatures, flow, thermal load dan project location agar heat-rejection technology dapat dievaluasi berdasarkan actual design conditions.

Scroll to Top