BAC COOLING TOWER APPLICATION

Aplikasi BAC Cooling Tower untuk Data Center

Referensi aplikasi cooling tower dan heat-rejection equipment untuk berbagai konfigurasi cooling system data center.

Data center heat rejection
Heat exchanger cooling

Bagaimana BAC Cooling Tower Diaplikasikan di Data Center

Data center heat rejection illustration
CORE APPLICATION

01 — Data Center Heat Rejection

Membuang Panas Data Center ke Outdoor Environment
Setiap data center harus membuang heat yang dihasilkan server, electrical equipment dan cooling infrastructure menuju atmosphere.

Teknologi dari BAC dapat membantu dengan ditempatkan pada sisi outdoor heat rejection untuk menerima heat dari condenser-water atau facility-water system.

02 — Chiller Condenser Cooling

Membuang Heat dari Water-Cooled Chiller
Pada data center dengan water-cooled chiller, cooling tower membuang heat yang diterima condenser setelah chiller menyerap panas dari chilled-water system.

BAC open circuit cooling tower dapat menjadi bagian dari condenser-water plant untuk menyediakan heat rejection pada large central cooling systems.

Chiller condenser cooling illustration
Heat exchanger cooling illustration

03 — Heat Exchanger Cooling

Memisahkan Clean Facility Water dari Outdoor Heat-Rejection Loop
Cooling tower tidak harus terhubung langsung dengan critical facility-water loop. Heat exchanger dapat digunakan sebagai pemisah antara clean closed-loop water dan external heat-rejection circuit.

Dengan architecture ini, BAC equipment membuang panas setelah heat dipindahkan melewati heat exchanger.

04 — Immersion Cooling Support

Membuang Heat dari Immersion Cooling ke Outdoor Environment
Pada immersion cooling, server dan GPU terendam dalam dielectric fluid yang menyerap panas langsung dari IT equipment. Panas tersebut kemudian dipindahkan melalui heat exchanger atau facility-water loop menuju sistem heat rejection di luar bangunan.

BAC berperan pada sisi outdoor heat rejection untuk membuang panas tersebut ke atmosphere—bukan sebagai immersion tank, CDU, atau server-side cooling equipment.

Immersion cooling support illustration
Redundant Cooling System

05 — Redundant Cooling System

Menjaga Cooling Capacity Saat Equipment Maintenance atau Failure
Pada data center, heat-rejection system tidak hanya harus mampu memenuhi peak thermal load. Cooling juga harus tetap tersedia ketika satu fan, pump, cooling cell atau complete unit tidak dapat beroperasi.

BAC equipment dapat dikonfigurasikan dalam multiple-unit atau multi-cell arrangement sebagai bagian dari overall redundancy strategy.

Mengapa Aplikasi Ini Penting?

Pemilihan heat-rejection system tidak cukup hanya berdasarkan kapasitas cooling. Cooling architecture, temperature level, water strategy, redundancy, dan kondisi site menentukan teknologi yang paling sesuai untuk setiap data center.

Membantu menentukan teknologi heat rejection yang paling sesuai
Menjaga required cooling capacity saat equipment sedang maintenance
Mengoptimalkan energy dan water use berdasarkan kondisi operasi
Menyesuaikan cooling infrastructure dengan IT growth
Mengurangi risiko salah pilih equipment akibat hanya membandingkan nominal tonnage atau ukuran unit

Mulailah dari aplikasinya, lalu tentukan cooling architecture, technology, dan product yang sesuai dengan design duty proyek.

ZITECHASIA Team on Project Site (3)

Belum Yakin Aplikasi Mana yang Sesuai?

Anda tidak harus mengetahui nama application sebelum menghubungi kami. Tim PT ZI-TECHASIA dapat membantu memetakan requirement ke cooling application, technology, hingga ke product selection yang sesuai.

Scroll to Top