BAC COOLING TOWER APPLICATION

Heat Exchanger Cooling untuk Data Center

Heat exchanger memungkinkan panas dari facility water, CDU atau liquid-cooling loop dipindahkan menuju secondary heat-rejection circuit sebelum akhirnya dibuang melalui open cooling tower, closed circuit cooler, hybrid cooler atau applicable dry cooling system.

Fluid isolation
Architecture flexibility
Data center ready
Oil & Gas, Refinery industrial heat exchanger cooling system (7)

Apa Itu Heat Excanger Cooling?

Heat Exchanger Cooling pada data center adalah bagian dari cooling architecture yang memindahkan panas dari facility-water, CDU, atau liquid-cooling loop ke secondary heat-rejection loop.

Pada data center modern, heat exchanger sering digunakan sebagai thermal interface antara server-side cooling dan outdoor heat rejection. Panas dari AI/GPU servers dapat ditangkap melalui cold plate, immersion system, atau rear-door heat exchanger, lalu diteruskan melalui CDU atau facility-water loop menuju heat exchanger.

Dari sini, panas kemudian dibuang ke atmosphere melalui teknologi yang sesuai, seperti open cooling tower, closed circuit cooling tower, hybrid cooler, atau dry cooler.

Mengapa Heat Exchanger Cooling Sangat Penting?

Dalam data center, heat exchanger berfungsi sebagai thermal interface antara IT cooling, facility-water loop, dan outdoor heat-rejection system.
Jika heat exchanger tidak dioperasikan dengan benar, dampaknya dapat langsung memengaruhi stabilitas cooling infrastructure, seperti:

Facility-water temperature meningkat
Heat-transfer approach terlalu besar
Flow atau pressure drop tidak sesuai
Primary dan secondary loop tidak terisolasi dengan baik
Cooling capacity berkurang saat peak load
Redundancy system ikut terpengaruh
Oil & Gas, Refinery industrial heat exchanger cooling system (3)

Faktor Penting dalam Desain Heat Exchanger Cooling untuk Data Center

IT & Facility Heat Load

Tentukan total heat dari server, GPU, CDU dan cooling infrastructure untuk menetapkan kapasitas heat exchanger.

Facility Water Temperature

Supply dan return temperature menentukan heat-transfer duty serta temperature margin yang tersedia.

Flow Rate & Pressure Drop

Flow dan pressure drop harus sesuai dengan pump, CDU dan facility-water distribution system.

Fluid Quality & Fouling Control

Water atau glycol quality perlu dikelola untuk mengurangi masalah fouling, scaling dan corrosion.

Redundancy & Reliability

Heat exchanger harus mendukung required cooling capacity saat equipment mengalami failure atau maintenance.

Future Capacity & Maintenance

Desain perlu mempertimbangkan AI/GPU expansion sekaligus menyediakan isolation dan access untuk inspection serta cleaning.

Mengapa Teknologi BAC Relevan untuk Data Center Heat Exchanger Cooling?

BAC menyediakan beberapa pendekatan heat rejection sehingga downstream side dari heat exchanger dapat disesuaikan dengan fluid architecture, temperature level, water strategy, thermal duty dan redundancy requirement proyek.

BAC Series HXV3 Hybrid Cooler Application

Untuk architecture yang memisahkan clean facility-water loop melalui heat exchanger, secondary side dapat menggunakan open condenser/process-water loop menuju cooling tower.

Relevant BAC platforms:
Series 3000 • Compass Series

Jika fluid pada heat-rejection side juga perlu tetap berada dalam closed circuit, BAC closed circuit cooling tower dapat menjadi solusi untuk menjaga process fluid di dalam coil.

Relevant BAC platforms:
FXV • FXV3

Untuk project yang membutuhkan closed loop sekaligus ingin mengelola penggunaan air, hybrid cooler menambahkan dry heat-rejection capability di samping evaporative operation.

Relevant BAC platforms:
HXV • HXV3

BAC heat-rejection equipment dapat ditempatkan setelah heat exchanger pada berbagai data center cooling architectures, termasuk Chilled Water / Facility Water atau pada high-density infrastructure seperti AI / GPU Servers.

Bagaimana BAC Diaplikasikan dalam Heat Exchanger Cooling

Dalam aplikasi heat exchanger cooling, panas dari data center dibawa melalui clean closed-loop water menuju heat exchanger. Di sini, panas dipindahkan ke outdoor heat-rejection loop tanpa mencampurkan kedua fluida. Loop sekunder kemudian membawa panas menuju BAC Cooling Tower, yang membuang panas tersebut ke udara luar melalui proses heat rejection.

Alur sederhananya:

Data Center → Clean Closed-Loop Water → Heat Exchanger → Outdoor Heat-Rejection Loop → BAC Cooling Tower → Atmosphere

Heat exchanger cooling illustration

Sistem Cooling Tower BAC untuk Heat Exchanger Cooling

Berikut adalah solusi cooling tower BAC yang umum digunakan untuk aplikasi heat exchanger cooling di lingkungan data center Indonesia.

Series 3000 Cooling Tower 3000_Bank

Series 3000 Open Circuit

Untuk heat-exchanger loop yang terhubung ke condenser-water atau secondary heat-rejection circuit.

FXV Closed Circuit Cooling Tower aplikasi

FXV / FXV3 Closed Circuit

Closed-loop heat rejection ketika fluid dari heat exchanger perlu tetap terisolasi dari atmospheric contamination.

hxv3 scaled

HXV / HXV3 Hybrid Cooler

Hybrid closed-loop heat rejection untuk data center yang perlu menyeimbangkan water use dan cooling energy.

Mengapa Harus Memilih BAC Cooling Tower untuk Heat Exchanger?

Menjaga efisiensi perpindahan panas
Menstabilkan temperatur proses
Mengurangi konsumsi energi sistem & downtime produksi
Memperpanjang umur heat exchanger
Mendukung operasi industri berkelanjutan

Hal yang Sering Ditanyakan

Diskusikan Heat Exchanger Cooling untuk Data Center Anda

Kirimkan data yang tersedia, seperti heat load, primary dan secondary flow, entering / leaving temperatures, required approach temperature, process fluid, design wet-bulb / dry-bulb, project location, dan redundancy requirement. Kami dapat membantu mengevaluasi apakah project lebih sesuai menggunakan Open Circuit Cooling Tower, Closed Circuit Cooling Tower, Hybrid Cooler atau applicable heat-rejection configuration lainnya.

Scroll to Top