Immersion Cooling (Data Center)
Immersion Cooling adalah teknologi pendinginan server yang menggunakan cairan dielektrik untuk merendam komponen IT secara langsung. Metode ini mampu menangani densitas panas yang sangat tinggi, jauh melampaui kapasitas sistem air-cooled atau air-based tradisional. Dengan meningkatnya kebutuhan AI, HPC (High-Performance Computing), cloud hyperscale, dan GPU server berdaya besar, immersion cooling menjadi solusi utama untuk data center modern yang membutuhkan efisiensi tinggi dan footprint kecil.
Meski server terendam cairan, panas tetap harus dibuang keluar ruangan melalui sistem heat rejection seperti cooling tower, closed-circuit cooling tower, atau hybrid cooler. Di sinilah peran cooling tower sangat penting dalam arsitektur immersion cooling.
Mengapa Immersion Cooling Penting untuk Data Center?
Konsumsi daya server terus meningkat seiring dengan kebutuhan workload modern seperti AI training, machine learning, edge computing, blockchain, dan rendering 3D. Teknologi air-cooled (CRAC/CRAH + chiller + air flow) mulai mencapai batas kemampuan.
Tanpa teknologi immersion cooling, potensi masalah dapat terjadi:
- Ketidakmampuan menangani thermal density tinggi (1 kW → 80 kW per rack)
- Konsumsi energi PUE meningkat drastis
- Ketergantungan pada airflow besar yang memakan ruang
- Biaya pendinginan meningkat akibat kebocoran efisiensi
- Kapasitas data center sulit meningkat tanpa renovasi besar
Immersion cooling memungkinkan efisiensi tinggi, suhu server lebih stabil, serta footprint pendinginan lebih kecil.
Bagaimana Immersion Cooling Bekerja?
Pada immersion cooling, komponen server seperti CPU, GPU, RAM, dan motherboard direndam ke dalam cairan dielektrik khusus yang tidak menghantarkan listrik. Cairan ini menyerap panas secara langsung dari komponen IT.
Setelah menyerap panas, cairan panas dialirkan menuju heat exchanger, kemudian panas dibuang ke atmosfer melalui cooling tower atau hybrid cooler.
Tahapan umumnya:
- Server terendam sepenuhnya dalam cairan dielektrik
- Cairan menyerap panas dari komponen IT
- Pompa internal mengalirkan cairan panas menuju heat exchanger
- Panas dipindahkan ke cooling loop (air/glycol)
- Cooling tower membuang panas tersebut ke atmosfer
Dengan demikian, cooling tower tetap menjadi elemen kunci dalam arsitektur immersion cooling.
Jenis Immersion Cooling
1. Single-Phase Immersion Cooling
- Cairan dielektrik tidak berubah fase
- Paling umum digunakan pada data center modern
- Stabil, mudah dirawat, dan efisiensi tinggi
2. Two-Phase Immersion Cooling
- Cairan mendidih di permukaan komponen IT
- Efisiensi termal lebih tinggi namun biaya operasional lebih besar
Aplikasi Immersion Cooling
Immersion cooling banyak digunakan pada data center dengan beban komputasi tinggi:
- Artificial Intelligence (AI) & GPU cluster
- High-Performance Computing (HPC)
- Hyperscale cloud server
- Edge data center
- Rendering, simulation & scientific computing
- Blockchain & mining facility
- Military-grade computing system
Aplikasi ini memiliki densitas panas jauh lebih tinggi dibanding data center tradisional.
Peran Cooling Tower dalam Immersion Cooling
Walaupun immersion cooling tidak menggunakan udara dingin, panas tetap harus dibuang dari cairan dielektrik melalui heat exchanger. Sistem heat rejection yang paling umum digunakan adalah:
- Closed-Circuit Cooling Tower – menjaga cairan pendingin tetap bersih
- Hybrid Cooler – menggabungkan evaporative & dry mode untuk efisiensi tinggi
- Open Cooling Tower (melalui heat exchanger) – untuk sistem HVAC pendukung
Cooling tower mengurangi beban panas dari immersion tank, memastikan operasi tetap efisien dan stabil 24/7.
Peralatan IT yang Membutuhkan Immersion Cooling
1. GPU Server untuk AI
- Thermal density sangat tinggi
- Membutuhkan pendinginan intensif dan stabil
2. Server HPC (High Performance Computing)
- Digunakan dalam simulasi teknik, sains, dan riset
3. Hyperscale Cloud Server
- Cluster server besar membutuhkan efisiensi termal tinggi
4. Blockchain & Mining Rig
- Operasi 24/7 dengan panas besar
5. Edge Computing Node
- Sering ditempatkan di lokasi terbatas yang memerlukan cooling sangat efisien
Faktor Penting dalam Memilih Sistem Pendinginan untuk Immersion Cooling
- Kapasitas panas dari rack immersion
- Jenis cairan dielektrik (single-phase / two-phase)
- Suhu outlet yang dibutuhkan heat exchanger
- Konsumsi air & energi
- Kualitas air pada cooling tower
- Lokasi instalasi data center
- Redundansi (N+1 atau 2N)
- Faktor kebisingan
Keuntungan Immersion Cooling untuk Data Center
- PUE sangat rendah (0.9 atau bahkan 0.8)
- Menghemat ruang karena tidak memerlukan airflow besar
- Efisiensi pendinginan server lebih tinggi
- Operasi sangat senyap
- Reliabilitas tinggi untuk beban GPU/AI
- Biaya OPEX jauh lebih rendah
- Bebas debu dan korosi internal
Industri yang Menggunakan Immersion Cooling
- AI computing & GPU farm
- Hyperscale cloud
- HPC & riset ilmiah
- Fintech & high-frequency trading
- Blockchain mining
- Gaming cloud & rendering
- Telekomunikasi & edge computing
Sistem Cooling Tower BAC yang Cocok untuk Immersion Cooling
Karena immersion cooling bergantung pada heat exchanger untuk membuang panas, cooling tower BAC yang cocok adalah:
1. FXV Closed Circuit Cooling Tower
Menjaga media pendingin bersih & bebas kontaminasi. Sangat cocok untuk data center yang membutuhkan stabilitas tinggi.
2. FXV3 Closed Circuit Cooling Tower
Pilihan untuk fasilitas immersion cooling berkapasitas besar.
3. HXV Hybrid Cooler
Hybrid cooler yang dapat beroperasi tanpa air pada suhu tertentu, mengurangi konsumsi air data center.
4. HXV3 Hybrid Cooler
Ideal untuk data center AI & hyperscale yang membutuhkan kapasitas heat rejection sangat besar.
5. Series 3000 (S3000) Cooling Tower
Cocok bila digunakan bersama heat exchanger untuk pembuangan panas sekunder.
6. PT2 Cooling Tower
Pilihan untuk lokasi dengan footprint yang lebih kecil.
7. Compass Series Cooling Tower
Solusi compact untuk data center menengah atau modular facility.
8. Smart Series Cooling Tower
Pilihan ekonomis untuk data center berkapasitas kecil hingga menengah.
Kesimpulan
Immersion Cooling (Data Center) adalah solusi pendinginan modern yang mampu menangani densitas panas tinggi dan memenuhi kebutuhan beban komputasi masa depan. Meskipun server terendam cairan, sistem cooling tower tetap menjadi bagian penting untuk membuang panas ke atmosfer.
Dengan menggunakan cooling tower atau hybrid cooler BAC yang tepat — seperti FXV, FXV3, HXV, Series 3000, PT2, Compass, dan Smart Series — fasilitas data center dapat mencapai efisiensi tinggi, stabilitas termal maksimal, dan konsumsi energi yang jauh lebih rendah.
